NABIRE - Kepala Sekolah SMK Pongtiku Nabire Ester Pakinggi, S.Pd mengatakan, kegiatan belajar online atau dari rumah dengan menggunakan HP dinilai kurang maksimal.

Ketidakmaksimal itu disebabkan, tiga hal atau faktor, yakni tidak semua peserta didik bersama orang tua memiliki HP Android, kurang adanya dukungan jaringan dan tidak semua murid bisa membeli pulsa data.

Untuk itu, dengan adanya ijin kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi jenjang pendidikan SMP/MTs, SMA, SMK dan MA dengan belajar langsung tatap muka, sesungguhnya itu merupakan langkah maju KBM di tengah pandemi Covid-19.

Demikian dikatakan Ester Palinggi, kepada Papuapos Nabire, Selasa (25/8) di ruang kerjanya seraya menambahkan, bagi sekolah besar yang banyak murid boleh menerapkan KBM tetap muka dengan menggunakan sistim angka ganjil dan genap.

Akan tetapi bagi kami yang sekolah kecil atau jumlah murid sangat terbatas, boleh fuul semua murid masuk akan tetapi selalu menerapkan aturan protokol kesehatan yang ketat dan waktunya KBM cuma 4 jam sesuai ketentuan pemerintah.

Sehingga bagi murid SMK Pongtiku yang duduk dibangku kelas I dan II, dalam satu hari efektif belajar 2 mata pelajaran dengan ketentuan waktu 4 jam perharinya.

Dengan demikian setiap guru bidang studi dapat menyampaikan materi pelajaran sesuai jadwal pelajaran yang berlaku selama wabah Pandemi Covid-19 ini, dengan harapan agar anak tetap memiliki semangat belajar.(des)