NABIRE - Aksi kasus penjembretan kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Nabire, dan dapat dikatakan memakan korban. Data dan informasi yang diterima media ini, Kamis (20/02/2020) sore ada 2 orang wanita jadi korban kasus tersebut di Jalan Sisingamagaraja, Distrik Nabire. Meskipun belum ada keterangan resmi dari pihak aparat keamanan menyangkut hal tersebut, namun seperti beredar disalah satu grup Whatsapp (pesan bergambar) menyebutkan kasus penjambretan tersebut menyebabkan satu korban tak sadarkan diri dan diduga mengalami lupa serius dibagian kepala korban, yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Wartawan media ini mencoba menghubungi awak media ini melalui media pesan yang sama, tetapi hingga berita ini ditulis belum ada keterangan dari pihak Polres Nabire. Dan ketika hal ini, dikonfirmasikan ke Kapolres Nabire, pun belum ada jawaban alias masih abu-abu. Namun demikian, dari cacatan dan informasi media ini selama seminggu ini sudah ada 2 kasus penjambretan yang terjadi di Nabire. Itu belum lagi yang diketahui publik ataupun masyarakat. Pasalnya, dalam berbagi informasi ada juga yang menyebutkan, dalam awal bulan ini pernah terjadi kasus yang sama di daerah Karang Tumaritis Nabire. Sebelumnya, seperti diberikan kasus kejahatan jalanan ini mesti butuh perhatian semua pihak, utamanya pihak aparat keamanan selaku penegak hukum dan kasus ini semestinya perlu penindakan tegas dan segera diminimalisir, bahkan diungkap hingga para pelaku jerah.  Dari beberapa sumber informasi yang diterima media ini, baik lewat pesan singkat Whatsapp maupun media sosial, untuk kasus penjambretan dan satu lagi kasus pencurian kendaraan bermotor terjadi bahkan di tempat umum. Salah satu yang masih hangat, kasus jambret dengan korban seorang ibu rumah tangga yang terjadi Senin, 17 Februari 2020 kemarin. Untuk itu, dengan maraknya kedua kasus tersebut, kiranya selain perlu adanya penegakan hukum dari pihak aparat keamanan dalam hal ini Polres Nabire, warga masyarakat juga diminta lebih berhati-hati ketika berkendaraan dan menyimpan kendaraan, lantaran saat ini pelaku masih berkeliaran bebas diluar sana. Ada bahasa, kejahatan terjadi bukan karena ada niat saja, melainkan adanya kesempatan. Jangan beri ruang bagi mereka, sedini mungkin kita mewaspadai hal-hal yang mungkin bisa terjadi kepada diri kita, keluarga maupun masyarakat sekitar kita.(wan)