Deklarasi Kampanye Damai Digelar
NABIRE – KPU Kabupaten Nabire menggelar deklarasi kampanye damaiPartai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2019, Minggu (30/9) sore kemari
Bagikan
NABIRE – KPU Kabupaten Nabire menggelar deklarasi kampanye damaiPartai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2019, Minggu (30/9) sore kemarin. Selain dihadiri perwakilan Parpol dan Bawaslu Nabire, deklarasi kampanye damai juga dihadiri Forkopimda Nabire, Kepala Kesbangpol dan Linmas Nabire, serta sejumlah undangan lainnya. Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIT dipusatkan di halaman Kantor KPU Nabire. Selain membacakan ikrar kampanye damai, perwakilan Parpol peserta Pemilu 2019 juga menandatangani deklarasi kampanye damai.Dalam sambutannya, Ketua KPU Nabire, Nelius Agapa, ST, mengatakan, pelaksanaan deklarasi kampanye damai merupakan salah satu momentum penting. Deklarasi ini merupakan bagian dalam kerangka membangun tatanan nilai, norma dan etika dalam proses pelaksanaan kehidupan berdemokrasi yang semuanya mengikat untuk diwujudkan dalam perhelatan Pemilu tahun 2019 di Kabupaten Nabire ini.Lebih lanjut dikatakan Nelius, sebelum masa kampanye Pemilu berlangsung, sangatlah tepat bagi KPU sebagai penyelenggara memfasilitasi adanya deklarasi kampanye damai Pemilu tahun 2019. Pertemuan ini tentunya juga membuktikan adanya kesatuan semangat untuk secara bersama mewujudkan pelaksanaan kampanye damai Pemilu tahun 2019. Dengan tujuan untuk mewujudkan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, dengan melaksanakan kampanye Pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoax, politisasi SARA, dan politik uang serta melaksanakan kampanye berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlaku.Dikatakan, dalam melaksanakan tahapan, jadwal kampanye, KPU sebagai penyelenggara dibantu oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nabire yang melakukan tugas pengawasan kampanye peserta Pemilu, pemerintah selaku fasilitator, kepolisian yang didukung TNI bertugas mengamankan jalannya Pemilu, serta tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang juga tentunya menginginkan dan menghendaki jalannya kampanye Pemilu berlangsung secara aman dan damai. Oleh karena itu, lanjutnya, kesempatan ini akan digunakan oleh seluruh peserta Pemilu tahun 2019 di Kabupaten Nabire untuk mendeklarasikan kampanye pemilihan umum yang damai, aman dan tertib yang dituangkan dalam naskah ikrar bersama. “Sikap bersama yang tertuang dalam naskah ikrar yang berintegritas dan damai mengandung makna bukan sekedar formalitas dan seremonial belaka. Tetapi jauh lebih memiliki makna untuk mempertegas sikap peserta Pemilu tahun 2019 di Kabupaten Nabire ini,” ujar Nelius.Sementara itu, Kapolres Nabire, AKBP Sonny Tampubolon, S.Ik, pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada KPU dan Bawaslu Nabire yang sudah memprakarsai pelaksanaan deklarasi kampanye damai di Kabupaten Nabire. Kata Kapolres, dilihat dari analisa intelijen dengan telah dilakukannya penandatanganan deklarasi kampanye damai, 70 persen pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Nabire akan berjalan aman.Pada kesempatan itu, Kapolres Nabire juga menekankan sejumlah point terkait dengan pelaksanaan Pemilu tahun 2019. Kapolres Nabire mengharapkan agar KPU maupun Bawaslu sebagai pelaksana agar benar-benar menjadi wasit yang bijak saat pelaksanaan Pemilu mendatang. Ibaranya permainan sepakbola, KPU dan Bawaslu perlu menggunakan video assisten refree (VAR) agar bisa menghindari terjadinya komplain terkait pelaksanaan Pemilu nanti.Lebih lanjut dikatakan Kapolres Nabire, di Kabupaten Nabire ada 399 calon legislatif dan pada akhirnya hanya ada 25 anggota legislatif yang akan dilantik. Artinya, akan ada banyak calon legislatif yang gugur dalam Pemilu mendatang. Dengan demikian dirinya mengharapkan agar para calon legislatif untuk bertarung secara baik dan bermartabat dalam memenangkan suara rakyat.“Saya berikan masukan bagi calon legislatif yang tidak terpilih nantinya saat Pemilu. Untuk bisa membantu dan berguna bagi rakyat ternyata tidak hanya dengan menjadi anggota legislatif. Tetapi masih banyak cara dan profesi lain agar kita bisa membantu rakyat yang ada di daerah ini. Tidak menjadi anggota legislatif bukan berarti kita tidak bisa membantu rakyat,” tutur Kapolres.Selain mengapresiasi pelaksanaan deklarasi kampanye damai, Kapolres Nabire juga menyarankan agar ada menggelar agenda doa bersama yang dikoordinir oleh FKUB Kabupaten Nabire. Kegiatan doa bersama bisa diagendakan pada tahun mendatang sebelum hari ‘H’ Pemilu. Dengan melibatkan semua pihak yang ada di daerah ini, dengan tujuan menggugah kembali dengan komitmen bersama untuk deklarasi kampanye damai agar pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang bisa berjalan lancar dan aman.Berbicara soal Pemilu 2019, kata Kapolres, setidaknya ada tiga kepentingan. Pertama, kepentingan pribadi untuk menang pada Pemilu. Kedua, kepentingan Parpol untuk memenuhi kuota. Dan yang ketiga adalah kepentingan terkait dengan koalisi. Namun dari ketiga kepentingan itu, lanjut Kapolres, dampak terbesar gesekan ada pada kepentingan pribadi. Sehingga dirinya menyarankan agar keluarga yang memberikan dukungan untuk keluarganya yang mencalonkan diri agar didasarkan pada musyawarah bersama. Sehingga tidak akan berbuntut pada gesekan antar keluarga hanya karena kepentingan pribadi.Sementara itu, Ketua Bawaslu Nabire mengingatkan agar Parpol peserta Pemilu 2019 agar taat pada aturan main saat masa kampanye. Misalnya soal pemasangan alat peraga kampanye (APK) agar sesuai dengan aturan yang telah disampaikan oleh KPU. Pada kesempatan itu, Ketua Bawaslu sempat menyinggung ada Parpol yang akan dipanggil pihaknya untuk mempertanggungjawabkan pemasangan baliho yang dianggap tidak sesuai aturan. (ros)
Bagikan artikel ini



