Dinas Perindustrian Serahkan Alat Press Batako untuk Warga OAP
“Maksud dan tujuan kami dari Dinas Perindustrian memberikan bantuan ini kepada Orang Asli Papua agar kita juga bisa memiliki tempat pencetakan batako mandiri. Dengan demikian, pemanfaatan keberlanjutan Otsus ini benar-benar berhasil dan berdampak nyata,” ujar Jenie Kawer saat diwawancarai Papuapos Nabire.

NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Perindustrian menggelar kegiatan pelatihan, sekaligus penyerahan bantuan alat press batako yang diikuti sebanyak 20 peserta dari kalangan Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan pelatihan tersebut bertempat di lokasi pencetakan batako Sugali, Bumi Wonorejo, pada Sabtu (10/10/2026).
Program bantuan dan pelatihan ini bersumber dari alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Pemerintah daerah berharap melalui program ini, masyarakat OAP memiliki kemandirian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam penyediaan material bahan bangunan di wilayah Kabupaten Nabire.
Kepala Bidang ILMEA Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Jenie Kawer, S.T., M.M., menjelaskan pemberian bantuan ini bertujuan agar warga OAP dapat memiliki dan mengelola usaha pencetakan batako secara mandiri. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemanfaatan dana Otsus tepat sasaran bagi kemajuan masyarakat.
“Maksud dan tujuan kami dari Dinas Perindustrian memberikan bantuan ini kepada Orang Asli Papua agar kita juga bisa memiliki tempat pencetakan batako mandiri. Dengan demikian, pemanfaatan keberlanjutan Otsus ini benar-benar berhasil dan berdampak nyata,” ujar Jenie Kawer saat diwawancarai Papuapos Nabire.
Selain memberikan alat dan pelatihan, pihak dinas juga mengingatkan para peserta agar merawat bantuan yang diterima. Pemerintah berharap peralatan tersebut dipergunakan secara optimal dan tidak diperjualbelikan kepada pihak lain.
“Kami sangat berharap bantuan peralatan ini tidak diperjualbelikan, sehingga dapat terus dimanfaatkan untuk menopang dan meningkatkan perekonomian keluarga para peserta,” tutur Jenie menegaskan.
Di sisi lain, apresiasi tinggi disampaikan oleh salah satu peserta pelatihan, Ulis Bonai. Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah pusat dan daerah yang telah mengalirkan manfaat dana Otsus secara langsung kepada masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya atas program Otsus yang kini dampaknya sudah kami rasakan langsung. Bantuan ini sangat membantu kami untuk membuka usaha mandiri sekaligus memenuhi kebutuhan pembangunan rumah keluarga secara mandiri,” ungkap Ulis Bonai. (sam)
Bagikan artikel ini



