NABIRE - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire melakukan pendataan atau inventarisasi menyeluruh terhadap aset fasilitas kebersihan berupa bak kontainer sampah di wilayahnya pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh sarana penampungan sampah milik pemerintah berfungsi optimal dalam menjaga kebersihan kota.

“Aset bak kontainer provinsi berjumlah 11 bak kontainer, dan jumlah aset bak kontainer Pemda Kabupaten Nabire berjumlah 16,” ujar Sekretaris DLH Kabupaten Nabire, Anang Subekti, saat ditemui Papuapos Nabire di ruang kerjanya Senin, (28/9/2026).

Dengan demikian, total keseluruhan bak kontainer yang tercatat dalam inventarisasi tahun ini mencapai 27 unit. Penggabungan aset antara tingkat provinsi dan daerah ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah secara terpadu di Kabupaten Nabire.

Anang menjelaskan, puluhan bak kontainer tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tersebar di berbagai kawasan perkotaan. Lokasi penempatan ini dipilih berdasarkan tingkat kepadatan penduduk serta volume sampah harian yang dihasilkan masyarakat.

“Sedangkan lokasi bak kontainer berada di lokasi, yakni TPS Girimulyo, TPS Karang Tumaritis, TPS Bumi Wonorejo, TPS Kalibobo, TPS SMP 5, dan TPS Kalisusu,” imbuh Anang merinci titik-titik penempatan fasilitas tersebut.

Penempatan di lokasi-lokasi strategis ini dinilai sangat krusial agar masyarakat dapat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Hal ini sekaligus mempermudah armada truk pengangkut sampah DLH dalam melakukan mobilitas pengangkutan rutin setiap harinya.

Melalui pendataan ini, pihak DLH juga ingin memetakan kondisi fisik dari masing-masing bak kontainer guna mengantisipasi kerusakan atau kebutuhan peremajaan. Perawatan sarana prasarana kebersihan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam mewujudkan Nabire yang bersih dan sehat.

Pemerintah Kabupaten Nabire berharap masyarakat dapat turut serta menjaga fasilitas umum tersebut dengan tidak merusak serta membuang sampah sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Sinergi antara pemerintah dan warga diyakini menjadi kunci utama keberhasilan penanganan kebersihan lingkungan di daerah ini. (sam)