NABIRE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Provinsi Papua Tengah, menyerahkan bantuan modal usaha sebesar Rp150 juta kepada kelompok peternak ayam petelur di Distrik Wanggar. Langkah ini dilakukan guna menyokong keberlangsungan usaha, sekaligus membantu operasional peternakan warga setempat.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Eliezer Septinus Korowa, S.Pd., menyampaikan dana tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah. Pembinaan ini diprioritaskan bagi kelompok usaha masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Dukungan finansial tersebut dialokasikan secara khusus untuk meremajakan ternak serta membeli pakan pendukung. Selain itu, dana ini difungsikan untuk melengkapi fasilitas serta sarana prasarana pendukung di area peternakan.

Penerima manfaat bantuan pada kesempatan kali ini adalah Kelompok Usaha Clarius 77. Kelompok peternak tersebut berlokasi di Kampung Karadiri II, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire.

“Kami mengarahkan bantuan ini agar fokus pada pengembangan usaha. Harapannya, modal ini dapat dipakai untuk membeli bibit ternak pengganti sehingga skala usaha warga bisa makin berkembang,” tutur Eliezer saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2026).

Elieser menambahkan, pemeliharaan ayam petelur membutuhkan penggantian ternak secara berkala agar produksi telur tetap stabil. Oleh karena itu, para peternak diharapkan dapat mengelola bantuan keuangan ini secara bijak dan tepat sasaran.

Guna memastikan efektivitas program, Dinas Ketahanan Pangan Nabire tidak hanya menyerahkan dana begitu saja. Pihaknya berkomitmen menjalankan pendampingan serta pengawasan rutin di lapangan agar pemanfaatan bantuan berjalan optimal.

“Pemerintah daerah berharap, sebesar apa pun perhatian yang diberikan dalam bentuk dana, Dinas Ketahanan Pangan akan terus mengawasi pemanfaatannya di lapangan,” ucap Elieser dengan ramah.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendampingi masyarakat dari awal hingga akhir. Pembinaan mencakup seluruh tahapan kegiatan ekonomi warga, mulai dari proses produksi hingga kemudahan akses pemasaran hasil ternak.

Selain sektor peternakan, Dinas Ketahanan Pangan Nabire turut membina bidang pertanian dan perikanan. Saat ini, tercatat ada sekitar 10 kelompok tani serta lima kelompok peternak yang berada di bawah naungan pembinaan dinas.

Melalui pendampingan yang berkesinambungan ini, Pemkab Nabire optimistis kapasitas produksi warga akan makin meningkat. Usaha ekonomi kerakyatan pun diharapkan dapat tumbuh mandiri dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. (sam)