NABIRE - Seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah resmi ditetapkan sebagai lokus penanganan stunting dalam arah kebijakan pembangunan daerah. Penetapan ini mencakup delapan kabupaten yang ada di wilayah tersebut guna mempercepat penurunan angka prevalensi secara merata.

Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, S.STP., M.Si., menyatakan penentuan sasaran ini telah diintegrasikan ke dalam evaluasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) khusus.

“Makanya kadang-kadang waktu pada saat kita evaluasi RAPBD khusus dan lain-lain juga sasaran kita harapannya hal-hal ini yang perlu dijadi perhatian. Artinya menentukan program dan kegiatan sebenarnya sasaran ke hal-hal ini: stunting, kemiskinan ekstrem, terus pengangguran,” ujar Eliezer saat diwawancarai awak media di Aula RRI, Selasa (29/9/2026).

Ia menjelaskan, ketiga isu utama tersebut saat ini menjadi tantangan serius bagi Provinsi Papua Tengah. Oleh karena itu, penanganannya memerlukan sinergi lintas sektor yang terarah dan terukur.

Pemerintah provinsi berharap setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu menyelaraskan program serta kegiatan mereka langsung pada sasaran prioritas tersebut.

Langkah strategis ini juga diperkuat melalui berbagai kebijakan yang dicanangkan oleh Gubernur Papua Tengah. Sejumlah program strategis bahkan telah disiapkan dan sebagian di antaranya mulai berjalan di lapangan.

Melalui komitmen bersama ini, pemerintah optimis penanganan masalah krusial di Papua Tengah dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (sam)