NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd sangat sesalkan aksi konfoi dan coret-coretan baju yang dilakukan para murid atau siswa/siswi lulusan SMA dan SMK tahun pelajaran 2019/2020 beberapa waktu lalu. Semestinya aksi konfoi dan coret-coretan itu tak perlu dilakukan, karena kini kita semua berada pada suatu wabah mendunia, yakni Covid-19 atau wabah virus Corona dan alangka baiknya baju –baju mereka para murid yang lulus dikumpulkan dan diberikan kepada adik kelas atau orang lain yang membutuhkan. Untuk itu, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire meminta kepada semua kepala sekolah SMA/MA dan SMK yang ada di daerah ini agar dapat bekerja sama bersama Pemerintah Kabupaten Nabire, walaupun secara adminitrasi para guru SMA/MA dan SMK sudah menjadi Pegawai Pemerintah Provinsi Papua. Demikian dikatakan Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd kepada Papuapos Nabire Selasa (5/5) di ruangan kerjanya seraya menambahkan, meskipun status para guru SMA/MA dan SMK sudah bukan lagi menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, tetapi anak-anak murid yang baru lulus ini merupakan anak-anak yang ada di daerah ini. Sehingga kerjasama antara Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire dan para kepala–kepala sekolah serta para dewan guru SMA/MA dan SMK sangat penting untuk dibangun, karena banyak masalah yang terjadi berdasarkan data dan fakta di lapangan, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire juga turun tangan untuk menyelesaikan atau dicarikan solusi. Untuk itu, berdasarkan data dan fakta di lapangan atas perbuatan beberapa oknum murid lulusan SMA/MA dan SMK pada tahun pelajaran 2019/2020 yang baru saja terjadi ini dapat dijadikan pengalaman yang berguna dan marilah kita ciptakan rasa kebersamaan guna memajuan pendidikan yang lebih baik di daerah ini.(des)