NABIRE - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan kepramukaan Satuan Karya (Saka) Bhayangkara yang melibatkan pelajar tingkat SMP dan SMA. Kegiatan ini dinilai menjadi wadah positif untuk membentuk karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta jiwa kepemimpinan generasi muda Papua, Rabu (21/10/2026).

Kapolda menyampaikan apresiasi tersebut saat melihat antusiasme para pelajar yang mengikuti kegiatan Saka Bhayangkara. Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler di luar jam belajar sekolah memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi dan membangun karakter anak sejak dini.

“Hari ini saya senang melihat adik-adik SMP dan SMA mengikuti kegiatan Saka Bhayangkara di bidang kepramukaan. Ini merupakan kegiatan positif di luar aktivitas belajar-mengajar mereka sehari-hari di sekolah,” ujar Jermias Rontini.

Ia menegaskan, pembinaan melalui kegiatan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga melatih para peserta untuk mengatur waktu, bertanggung jawab, dan memiliki kemampuan memimpin diri sendiri.

Kapolda secara khusus menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda asli Papua agar memiliki karakter kuat dan mampu mengambil peran sebagai pemimpin di masa depan.

“Kemampuan memimpin diri sendiri itu sudah harus dilatih sejak mereka usia dini. Makanya saya support Pak Kapolres Nabire dengan kegiatan kepramukaan ini. Mudah-mudahan anak-anak ini bisa menjadi pemimpin, minimal memimpin diri mereka sendiri,” jelasnya.

Melihat manfaat kegiatan tersebut, Kapolda Papua Tengah mendorong seluruh Polres jajaran untuk turut mengembangkan pembinaan Saka Bhayangkara, terutama di wilayah yang memungkinkan kegiatan kepramukaan dilaksanakan secara aman dan kondusif.

Ia menyebut sejumlah daerah yang berpotensi mengembangkan kegiatan serupa, di antaranya Kabupaten Deiyai, Paniai, dan Mimika.

“Kalau bisa Polres lain juga. Deiyai kemarin saya dengar sudah membentuk, mungkin Paniai, Mimika, atau daerah-daerah lain yang kita anggap kondusif untuk mengadakan kegiatan kepramukaan ini,” pungkasnya.

Sejalan dengan dukungan tersebut, Saka Bhayangkara binaan Polres Nabire dijadwalkan menggelar kegiatan pengambilan Bets Saka pada 23–25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting bagi anggota setelah menjalani pendidikan dan pembinaan selama kurang lebih enam bulan.

Pembina Saka Bhayangkara Polres Nabire, Usman, mengatakan pengambilan bets merupakan bentuk kebanggaan bagi anggota yang telah mengikuti proses pembinaan dan latihan dasar kebhayangkaraan secara konsisten.

“Pengambilan bets ini adalah bentuk kebanggaan bagi adik-adik Pramuka Saka Bhayangkara setelah mereka menempuh pendidikan dan pembinaan selama kurang lebih enam bulan,” kata Usman.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan direncanakan dimulai pada sore hari sekitar pukul 15.00 atau 16.00 WIT. Para peserta akan bergerak menuju Polsek Nabire Barat untuk melaksanakan bivak atau kegiatan berkemah sekaligus menerima sejumlah materi pembinaan.

Salah satu materi utama yang akan diberikan adalah wawasan kebangsaan, yang dijadwalkan disampaikan langsung oleh Kapolsek Nabire Barat.

Selanjutnya, sekitar pukul 05.00 WIT pada dini hari, peserta akan melaksanakan long march dari Polsek Nabire Barat menuju Mapolres Nabire. Setibanya di Mapolres, kegiatan dilanjutkan dengan latihan dasar kebhayangkaraan dan prosesi pengambilan Bets Saka pada malam hari, sebelum ditutup secara resmi pada Minggu pagi.

Melalui kegiatan tersebut, para anggota Saka Bhayangkara diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan kepramukaan, tetapi juga memiliki kedisiplinan, semangat kebangsaan, rasa tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan yang kuat.

Pembinaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda Papua yang mampu memimpin diri sendiri, berkontribusi positif bagi lingkungan, serta menjadi bagian dari masa depan pembangunan di Papua Tengah.(Luk)