Katherin Maruanaya Pimpin PASI Nabire 2026–2030, Perkuat Pembinaan Atlet Usia Dini
Katherin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PASI Nabire selama empat tahun ke depan. Ia berharap seluruh pengurus dapat bekerja sama dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemajuan organisasi serta peningkatan prestasi atletik di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

NABIRE - Katherin Maruanaya resmi memimpin Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Nabire periode 2026–2030. Ia berkomitmen memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, meningkatkan fasilitas olahraga serta memperluas kesempatan bagi atlet lokal untuk berkompetisi di tingkat daerah hingga nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Katherin dalam sambutannya setelah resmi memimpin PASI Kabupaten Nabire melalui musyawarah yang dilanjutkan dengan pelantikan pengurus di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Selasa (13/10/2026).
Katherin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PASI Nabire selama empat tahun ke depan. Ia berharap seluruh pengurus dapat bekerja sama dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemajuan organisasi serta peningkatan prestasi atletik di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, salah satu tantangan utama pengembangan atletik di Nabire adalah keterbatasan sarana dan prasarana olahraga. Padahal, daerah ini memiliki generasi muda yang berpotensi menjadi atlet berprestasi apabila mendapatkan kesempatan, pembinaan dan dukungan yang memadai.
“Pembinaan atlet harus dimulai dari usia dini. Kita harus mencari bibit-bibit potensial dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang hingga mampu berprestasi, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Katherin menilai perlu adanya koordinasi yang lebih kuat antara PASI Nabire, PASI Provinsi Papua Tengah, pemerintah daerah, KONI dan Dinas Pendidikan.
Salah satu langkah yang akan didorong ialah mengidentifikasi siswa-siswa yang memiliki bakat di bidang atletik melalui lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah merupakan salah satu tempat strategis untuk menemukan bibit atlet potensial yang dapat dibina secara terarah dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya seleksi yang terbuka dan berdasarkan kemampuan. Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakatnya tanpa dibatasi oleh faktor di luar kemampuan olahraga.
Katherin mengatakan, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang mencakup seleksi, latihan terarah, pendampingan serta kesempatan mengikuti kompetisi untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet.
Ditambahkannya, kualitas pembinaan di tingkat kabupaten menjadi fondasi penting dalam melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
Karena itu, ia berharap atlet-atlet asal Nabire mendapatkan kesempatan lebih luas untuk mengikuti berbagai kejuaraan, mulai dari Kejuaraan Daerah (Kejurda), Kejuaraan Nasional (Kejurnas) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Kesempatan bertanding, lanjutnya, bukan hanya untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi sarana mengukur kemampuan, mengevaluasi hasil latihan serta mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki.
Di sisi lain, Katherin mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam pengembangan olahraga. Ia berharap kehadiran Provinsi Papua Tengah dapat membuka peluang lebih besar bagi peningkatan dukungan terhadap pembinaan atlet, termasuk melalui program-program yang direncanakan pada 2027.

Dukungan tersebut diharapkan dapat diarahkan pada peningkatan fasilitas olahraga, kualitas latihan serta pembiayaan keikutsertaan atlet dalam berbagai kompetisi.
Ia menegaskan, pengembangan atletik tidak cukup hanya dengan membentuk kepengurusan. PASI Nabire harus mampu membangun sistem pembinaan yang terencana agar potensi generasi muda dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan daerah.
Bagi Katherin, pelantikan pengurus periode 2026–2030 merupakan awal dari tanggung jawab bersama untuk membawa atletik Nabire ke arah yang lebih baik.
“Setelah pelantikan ini, kita baru mau mulai bekerja untuk periode 2026 sampai 2030. Saya berharap kita bergandengan tangan dan bekerja bersama-sama untuk memajukan atlet di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah,” tutupnya. (amd)
Bagikan artikel ini



