Masyarakat Adat Diajak Ciptakan Suasana Pemilu Aman, Damai dan Sejuk
NABIRE - Kepala Suku Besar Wate Kabupaten Nabire, Alex Raiki mengajak masyarakat 6 suku pemilik hak ulayat Nabire untuk menciptakan Pemilu S
Bagikan
NABIRE - Kepala Suku Besar Wate Kabupaten Nabire, Alex Raiki mengajak masyarakat 6 suku pemilik hak ulayat Nabire untuk menciptakan Pemilu Serentak, Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legilatif (Pileg) yang jatuh pada 17 April 2019 secara aman, damai dan sejuk. Pemilihan umum yang damai dan aman bukan tugas pihak keamanan saja, namun ini semua tanggung jawab semua pihak terutama para tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat. Ditambahkan Raiki, Pemilu adalah pesta demokrasi, maka segenap warga negara harus menjaga keamanan dan melaksanakan pesta demokrasi tersebut dengan memberikan suasana nyaman dan tentram.Selaku tokoh masyarakat dan juga kepala suku besar perlu menjaga kebersamaan, sehingga tidak ada hal-hal yang mengganggu jalannya Pemilu di Papua, khususnya di Kabupaten Nabire.Untuk kemajuan Papua kedepan, lanjut Alex Raiki, tokoh-tokoh adat dan kepala-kepala suku di 15 distrik, menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua melalui Polres dan Polsek-Polsek yang ada di setiap distrik dan kampung-kampung. Perlunya kebersamaan di lingkungan masyarakat sehingga proses Pemilu bisa berjalan aman dan tenang, kata Raiki, masyarakat agar tidak Golput dan harus dewasa dalam pesta demokrasi ini.Hal senada juga disampaikan Daniel Mandiwa, selaku Dewan Penasehat dan Pengawas Suku Wate Kabupaten Nabire, di sela-selaa rapat evaluasi BMA-SW, Sabtu, 13 April 2018. Ia menyinggung tentang penyelenggara Pemilu dan Pengawas Pemilu serta pihak keamanan selalu bersinergi, sehingga maksud dan tujuan dari pesta demokrasi ini tercapai dan tidak saling sikut menyikut. Mandiwa juga minta agar dalam proses pesta tersebut, ketika ada indikasi menggangu jalannya Pemilu, maka polisi harus cepat mengatasinya, sehingga tidak terjadi konflik yang melebar dan menindak tegas orang-orang yang menggangu jalannya Pemilu. Mandiwa juga menambahkan, pihak Bawaslu dan Panwas Distrik agar mengawal logistik sampai tujuan dan menghindari pemungutan suara ulang (PSU) di distrik dan kampung-kampung terjadi. Mengingat kondisi alam dan cuaca yang kadang-kadang berubah serta medan yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat.(ist)
Bagikan artikel ini



