DOGIYAI – Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, sekaligus pensiunan Asisten III Kabupaten Dogiyai, Pilipus Tagi, S.Pd., mengambil inisiatif untuk memperbaiki dan merawat kembali rumah dinasnya yang terbengkalai di Kompleks Perumahan Pegawai, Kampung Tokapo, Distrik Kamu Moanemani, Provinsi Papua Tengah.

Aksi kepedulian ini dilakukan Pilipus dengan didampingi oleh Asisten III Setda Dogiyai saat ini, Wilem Tagi. Di lokasi, mereka bergotong-royong memperbaiki pintu yang rusak, membenahi pagar serta membersihkan halaman rumah dinas mewah yang sempat dirusak maling dan ditumbuhi rumput liar.

Di sela-sela aktivitas tersebut, Pilipus Tagi mengungkapkan rasa bangganya terhadap Wilem Tagi, yang merupakan anak asuhnya sejak masa sekolah hingga kini sukses menjabat sebagai Asisten III. Pilipus sendiri merupakan mantan Kepala Distrik Piyaiye di masa pemerintahan Drs. Anselmus Petrus You.

Dalam kesempatan itu, Pilipus melayangkan kritik terhadap pengelolaan aset daerah saat ini. Ia mempertanyakan komitmen pemerintah daerah setelah masa kepemimpinan Natalis Degei yang didukung anggaran besar, namun gagal merawat fasilitas perumahan dinas pegawai dan asisten.

“Mengapa perumahan para asisten dan pegawai tidak diurus dan dirawat dengan baik? Rumah-rumah mewah ini dibiarkan telantar, rumput tinggi di halaman, pintu dan jendela rusak, bahkan ada yang sampai terbakar karena sepi tanpa penghuni,” ujar Pilipus.

Kondisi ini diperparah dengan fenomena banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) Dogiyai yang memilih berpindah tempat tugas ke Kabupaten Nabire atau ke Pemerintah Provinsi Papua Tengah, meskipun status gaji mereka masih terdaftar di Pemerintah Kabupaten Dogiyai.

Lebih lanjut, Pilipus mengajak seluruh pejabat dan pegawai di Kabupaten Dogiyai untuk bersyukur dan berterima kasih atas fondasi yang diletakkan oleh para pemimpin terdini, seperti Bupati pertama Drs. Thomas Tigi (almarhum) dan Penjabat Bupati awal, Drs. Adauktus Takerubun. Merekalah yang berjasa membangun fasilitas di wilayah yang dulunya dikenal sebagai 'Lembah Hijau' ini.

Bagi Pilipus, rumah dinas di Tokapo tersebut adalah kekayaan sejarah dan bukti nyata dedikasi Thomas Tigi.

“Saya sangat menghargai buah tangan Bapak Thomas Tigi. Ini sebuah kekayaan sejarah yang harus saya jaga dan miliki dengan baik sebelum saya bertolak ke Nabire,” tegasnya.

Sebagai wujud nyata perawatannya, Pilipus kini mulai menanami pekarangan rumah dinas tersebut dengan berbagai jenis tanaman produktif sembari melakukan rehabilitasi bangunan secara swadaya. Diketahui, setelah menyelesaikan urusan pensiunnya di Dogiyai, Pilipus direncanakan akan membantu jalannya pemerintahan Bupati Nabire, Mesak Magai.

Tidak hanya masalah perumahan, Pilipus juga menyoroti kondisi sosial ekonomi di Dogiyai. Ia menyayangkan sikap sejumlah pejabat yang dinilai kurang peduli pada perputaran ekonomi lokal dan lebih sering berada di Kota Nabire. Akibatnya, pasar dan jualan masyarakat lokal di Dogiyai menjadi sepi.

Ia juga menyoroti dampak kebakaran yang sempat melanda kawasan Lembah Kamuu, yang mengakibatkan beberapa mata air mengering sehingga warga kesulitan mengakses air bersih.

Di akhir penyampaiannya, tokoh yang juga pernah mengabdi di Pemerintah Kabupaten Nabire ini meminta agar Pemerintah Daerah dan DPRD Dogiyai segera merangkul TNI dan Polri demi memulihkan ketenangan warga di Moanemani.

“Kerja sama antara tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan pihak gereja sangat dibutuhkan untuk merangkul warga. Kehidupan yang tenang, nyaman dan aman adalah hal yang paling dirindukan di Moanemani saat ini,” pungkasnya. (don)