NABIRE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperkuat sektor pertanian sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Penerapan Penyuluhan Pertanian Tahun 2026 yang berlangsung di Aula RRI Nabire.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, S.Sos., M.AP., sekaligus membacakan sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, Rabu (14/10/2026).

Dalam sambutan tersebut, sektor pertanian dinilai memiliki peran penting, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani, memperkuat perekonomian lokal serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Pemprov Papua Tengah menyoroti tingginya ketergantungan daerah terhadap pasokan bahan pangan dari luar wilayah. Kondisi ini menjadi tantangan yang perlu ditangani melalui peningkatan produktivitas pertanian dan pengembangan potensi pangan lokal.

Tumiran mengungkapkan, sebagian besar kebutuhan bahan makanan masyarakat Papua Tengah masih dipasok dari luar daerah. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah beras, mengingat produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Sebagian besar, mungkin hampir 90 persen, bahan makanan kita pasok dari luar. Beras contohnya. Kita akui kita punya sawah, tetapi produksinya baru mencapai sekitar 3.500 ton,” ujar Tumiran saat membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi beras di Papua Tengah disebut hampir mencapai 80.000 ton per tahun. Kesenjangan antara produksi dan kebutuhan tersebut menunjukkan perlunya upaya serius untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian di daerah.

Ketergantungan serupa juga menjadi tantangan pada komoditas pangan lainnya, seperti minyak goreng, gula dan berbagai kebutuhan pokok masyarakat.

Karena itu, Pemprov Papua Tengah mendorong kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, organisasi perangkat daerah terkait serta para pemangku kepentingan sektor pertanian untuk mengembangkan produksi pangan secara terpadu dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan produksi, penguatan kapasitas penyuluh pertanian menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan Bimtek tersebut.

Penyuluh pertanian dinilai memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi pertanian dan kebutuhan petani di lapangan.

Oleh sebab itu, penyuluh diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga terlibat aktif dalam mendampingi petani, memfasilitasi pemecahan masalah serta memberikan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan terkait pengembangan budidaya pangan lokal, diversifikasi pangan, peningkatan kapasitas kelembagaan petani, pengelolaan irigasi serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern.

Materi lainnya mencakup pengolahan hasil pertanian pascapanen untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai jual komoditas yang dihasilkan petani.

Penguatan kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas hasil panen, sekaligus memperluas peluang ekonomi melalui pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.

Pemprov Papua Tengah juga mendorong pengembangan komoditas pangan lokal sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Berbagai komoditas yang telah lama menjadi sumber pangan masyarakat, seperti keladi, ubi-ubian, jagung, dan hasil pertanian lokal lainnya, dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sesuai karakteristik wilayah, termasuk di daerah pedalaman.

Pengembangan pangan lokal tidak hanya diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber pangan masyarakat serta membuka peluang peningkatan pendapatan petani.

Pemerintah berharap kegiatan Bimtek tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan seremonial, melainkan menghasilkan perubahan nyata dalam pola pendampingan, kemampuan teknis penyuluh dan peningkatan produktivitas pertanian di Papua Tengah.

Dengan penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi dan koordinasi lintas sektor, pembangunan pertanian diharapkan menjadi salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di provinsi yang masih tergolong muda tersebut.

Pembukaan Bimtek Pengembangan Penerapan Penyuluhan Pertanian Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan tifa oleh Dr. H. Tumiran, S.Sos., M.AP., yang mewakili Gubernur Papua Tengah. (luk)