Pasca Coblos, Sejumlah Aksi Terjadi
NABIRE – Walaupun pemungutan (pencoblosan) suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 telah digelar Rabu (9/4) lalu, namun aksi mensikapi hasil pencoblosan masih saja terjadi. Tidak puas dengan hasil yang diperoleh pada pemungutan suara, sejumlah pihak dikabarkan melakukan sejuml
Bagikan
NABIRE – Walaupun pemungutan (pencoblosan) suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 telah digelar Rabu (9/4) lalu, namun aksi mensikapi hasil pencoblosan masih saja terjadi. Tidak puas dengan hasil yang diperoleh pada pemungutan suara, sejumlah pihak dikabarkan melakukan sejumlah aksi. Sejumlah tempat dikabarkan sempat dipalang oleh sejumlah pihak yang tidak puas pasca pencoblosan pada Pileg beberapa hari lalu. Dikabarkan pula ada aksi pihak yang tidak puas pasca pencoblosan, terjadi tindakan fisik yang mengakibatkan jatuhnya korban luka-luka.
Tak hanya di wilayah Kabupaten Nabire, di sejumlah wilayah di sejumlah kabupaten di Provinsi Papua, juga ada kejadian serupa. Seperti di wilayah Kotamadya Jayapura, salah satu rumah yang halamannya digunakan sebagai TPS dibakar massa. Aksi pembakaran rumah imbas dari keterlambatan warga ketika akan mencoblos di TPS. Ditolak oleh petugas TPS karena dianggap sudah terlambat, warga datangi TPS bersama teman-temannya dan langsung melakukan aksi pembakaran.Masih di wilayah Kotamadya Jayapura, dikabarkan ada 15 lurah yang akan dipanggil Walikota karena diduga “bermain” saat Pileg. Ke-15 lurah itu diduga menjual formulir undangan pemilih atau C6. Jika pejabat itu terbukti, sanksi berat berupa pemecatan jabatan akan dikenakan terhadap para lurah itu.Hal yang lebih tragis lagi terjadi di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Pileg di Distrik Mulia diwarnai kontak senjata. Terkait insiden ini, Ketua KPU Papua, Adam Arisoy, menilai insiden itu tidak berpengaruh pada jalannya pemilihan umum. Dia juga telah berkomunikasi dengan KPU Puncak Jaya dan mendapat informasi bahwa situasi pada saat pencoblosan aman terkendali. (ros)Pesawat Logistik Pemilu Tergelincir di YahukimoJAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan telah terjadi musibah terkait pesawat yang mengantarkan logistik Pemilihan Umum Legislatif 2014 di Yahukimo, Papua.Pesawat Cessna Caravan yang disewa KPU untuk melakukan pengiriman logistik ke Yahukimo tergelincir pada Jumat (10/4/2014) sekitar pukul 02.00 WIT di Kolam Dua, Yahukimo.Dia mengatakan baru 10 dari 19 distrik yang menerima logistik pemilu, hari ini. Saat distribusi dilanjutkan ke sembilan distrik lainnya, pesawat malah tergelincir."Jadi betul ada yang tergelincir, 19 distrik yang target diselesaikan hari ini sudah berhasil dikirim ke 10 distrik, tetapi saat melanjutkan ke distrik 11 pesawat tergelincir. Kemungkinan rodanya rusak," ujar Arief di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat.Untuk melanjutkan sembilan distrik yang belum terselesaikan, KPU menargetkan logistik sampai pada Sabtu (12/4). Pendistribusian dilakukan menggunakan maskapai lain.Dari 51 distrik di Yahukimo, baru 15 distik yang sudah melangsungkan pemungutan suara pada 9 April. Sisa 36 distrik direncanakan melangsungkan pencoblosan pada 12 April, namun baru 17 distrik yang menerima logistik.Pemungutan Suara Ulang di 23 ProvinsiKomisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan ada penambahan jumlah provinsi yang akan melakukan pengumutan suara ulang. Jika sebelumnya 20 provinsi yang melapor akan melakukan pencoblosan ulang, tiga provinsi lantas menyusul."Kalau tidak ada laporan lagi. Kalau lihat tren laporan kayaknya tidak ada penambahan lagi. Itu update sampai Kamis (10/4) pukul 00.20 WIB. Sampai saat ini belum ada perubahan," ujar Komisioner KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (11/4).Adanya penambahan provinsi membuat jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dan kabupaten/kota yang bakal menggelar pemilihan ulang pun bertambah. Sebelumnya, pemungutan suara ulang akan dilakukan 517 tempat pemungutan suara (TPS) di 77 kabupaten/kota, 20 provinsi. Lokasi pemungutan suara ulang kemudian bertambah menjadi 590 TPS di 90 kabupaten/kota, 23 provinsi."Ke-23 provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan," ungkap Arief.Nyoblos Ulang, KPU Siapkan 1.000 Surat Suara per DapilKomisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan 1.000 surat suara cadangan untuk pemungutan suara ulang. Jumlah surat suara cadangan tersebut untuk tiap daerah pemilihan di kabupaten/kota."Jadi perlu dipahami KPU membuat cadangan surat suara berdasarkan UU Pemilu Nomor 8 Tahun 2012, yaitu ada yang 2% per TPS. Lalu ada 1.000 surat suara per dapil di setiap kabupaten/kota," ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (11/4/2014).Surat suara cadangan yang disiapkan KPU dinilai cukup sehingga tidak diperlukan lagi cetak ulang. Ditambah, surat suara yang belum terpakai di tiap TPS."TPS yang akan diulang itu kan hanya 1-3 TPS per kabupaten/kota. Cadangan surat suara ada 1.000, jadi bisa mencukupi," ujarnya.Seperti diketahui, Kamis (10/4) malam, KPU menginformasikan 20 provinsi akan melakukan pemungutan suara ulang karena surat suara tertukar."Pemungutan suara ulang dilangsungkan di 517 TPS di 77 kabupaten/kota," kata Komisioner KPU Arief Budiman, Kamis malam.Ke-20 provinsi yang melaporkan akan melakukan pengumutan suara ulang yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, Riau, Sumatera Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Bali dan Jawa Timur. (ist)
Bagikan artikel ini



