NABIRE - Terkait pernyataan salah seorang mahasiswa (Martius Maisini) yang mengklaim mengadakan penelitian tentang sampah di Nabire yang mengatakan, bahwa penanganan sampah di Nabire masih lemah dan belum ada TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sebagaimana dilansir Papuapos Nabire, edisi Selasa (16/9) dibantah pihak Kantor Kebersihan, Pemakaman dan Pertamanan Kabupaten Nabire. Kepala Seksi Pertamanan Kantor Kebersihan, Pemakaman dan Pertamanan Kabupaten Nbaire, Oswal Sobuber mengatakan, penanganan sampah di Nabire terus dilakukan secara maksimal.Menurutnya, pernyataan mahasiswa itu yang mengatakan belum ada TPA sangat tidak benar. Pasalnya, pemerintah daerah saat ini telah menyediakan lahan seluas 10 hektar di Kaladiri sebagai TPA dan saat ini sedang dibangun.“Pernyataan Martinus Maisini itu sangat tidak beralasan dan tidak benar. Kami sudah bekerja maksimal bagaimana menangani sampah. TPA sedang dibangun di Kaladiri dan luasnya mencapai 10 hektar,” katanya.Oswal Sobuber menyayangkan pernyataan mahasiswa itu, karena melakukan penelitian tetapi yang bersangkutan tidak pernah datang ke Kantor Kebersihan, Pemakaman dan Pertamanan Kabupaten Nabire untuk bertanya seputar penanganan sampah dan penyediaan TPS dan TPA.“Bila akan melakukan penelitian tentang sampah, seharusnya diawali dengan mendatangi instansi teknis dalam hal ini kantor kami, kami tentu akan memberikan informasi tentang itu. Aneh sekali, melakukan penelitian yang mengakunya 3 minggu tetapi tempat pembuangan akhir di Kaldiri yang sedang dibangun dan sedemikian luasnya tidak tahu,” ujarnya.“Sekali lagi saya katakan bahwa penanganan sampah di Nbaire terus dilakukan, kami melakukan secara maksimal, himbauan tidak membuang sampah pada titik-titik tertentu sudah disampaiakan kepada masyarakat hingga bagaimana dan kemana sampah akan dibuang juga sudah dipikirkan, salah satunya dengan penyediaan dan membangun TPA,” tuturnya. (iing elsa)