NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan resmi merampungkan penyaluran beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bantuan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Penyaluran ini merupakan tindak lanjut atas usulan langsung Bupati Nabire guna menanggulangi dampak kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino yang melanda wilayah tersebut.

Fenomena iklim yang berkepanjangan ini telah melumpuhkan aktivitas pertanian warga, khususnya para petani yang mengalami gagal tanam akibat lahan yang mengering. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran krisis pangan sehingga pemerintah daerah bergerak cepat mencari solusi konkret untuk meringankan beban masyarakat.

“Sehingga Pemerintah Kabupaten Nabire lewat bapak Bupati memerintahkan kepada kami Dinas Ketahanan Pangan untuk mencari solusi untuk membantu masyarakat,” ujar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Eliezer S. Korowa, S.Pd., saat ditemui Papuapos Nabire di ruang kerjanya, Jumat (25/9/2026).

Menanggapi permohonan tersebut, Bapanas mengalokasikan bantuan beras sebanyak 64.680 ton untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang paling parah merasakan dampak kemarau panjang. Bantuan ini difokuskan secara khusus bagi warga di tujuh distrik yang telah terdata masuk dalam kategori daerah terdampak kekeringan.

“Kita dijawab oleh Bapanas beras sejumlah 64,680 ton dan itu diperuntukkan untuk wilayah-wilayah yang berdampak, yang terdampak keringan,” ungkap Eliezer.

Ada pun ketujuh distrik yang menjadi sasaran penerima bantuan CPP meliputi Distrik Nabire, Distrik Teluk Kimi, Distrik Makimi, Distrik Nabire Barat, Distrik Wanggar, Distrik Yaro dan Distrik Wapoga. Wilayah-wilayah ini dinilai paling membutuhkan pasokan pangan darurat demi menjaga ketahanan keluarga petani.

Proses distribusi logistik pangan ini sendiri telah dimulai sejak 23 September dan berjalan secara maraton ke berbagai titik sasaran di wilayah Nabire. Penyaluran tahap akhir akhirnya ditutup di beberapa kampung perkotaan yang juga masuk dalam radar penanganan dampak kekeringan.

“Jadi penyalurannya itu terhitung 23 September itu kita mulai melakukan penyaluran sampai dengan hari ini terakhir itu di Kampung Sanoba, Kampung Kalisusu, Kampung Kali Harapan, itu terakhir. Untuk hari ini sudah selesai penyalurannya,” pungkas Eliezer. (sam)