NABIRE - Keberadaan ‘Kios Pangan’ di Kabupaten Nabire mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Program ini dihadirkan sebagai salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan komoditas pokok sekaligus meredam gejolak harga di pasaran.

Meski masih tergolong baru, inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Kehadirkan kios ini dinilai mampu memberikan dampak nyata dalam menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah di wilayah Nabire.

Namun, di balik upaya positif tersebut, pengelola di lapangan masih harus menghadapi berbagai tantangan operasional. Sejumlah kendala struktural turut memengaruhi efektivitas distribusi dan kelancaran pasokan barang dagangan sehari-hari.

Kepala Seksi Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Agus Suwanto, menjelaskan kios ini belum memiliki distributor tunggal. Kondisi tersebut memaksa pihak pengelola untuk mengambil barang langsung dari distributor di Kota Nabire, yang membuat mereka harus berjuang lebih keras dalam bersaing di pasar.

“Belum memiliki distributor tunggal sehingga harus mengambil barang dari distributor di Kota Nabire (cukup sulit bersaing di pasar). Selain itu, kios ini merupakan tahun pertama, bangunannya masih sangat minim dan terbatas, belum mempunyai gudang (barang belanjaan masih ada di dalam lapak kios), serta sarana penunjang transportasi (mobil pickup) yang baru dialokasikan anggarannya oleh Bupati tahun ini,” kata Agus saat ditemui Papuapos Nabire, di ruang kerjanya Selasa (3/11/2026).

Kendati fasilitas fisik dan logistik masih terbatas pada tahun pertama operasionalnya, upaya stabilisasi harga tetap berjalan secara bertahap. Pemerintah daerah terus mengoptimalkan berbagai program pendukung seperti pasar murah guna menekan lonjakan harga bahan pangan strategis.

“Memberikan dampak stabilitas meskipun masih kecil. Melalui program pasar murah dan fasilitasi distribusi pangan, tujuannya untuk menstabilkan harga pangan pokok yang mengalami kenaikan (seperti bawang merah, bawang putih dan cabai rawit yang didatangkan dari Makassar melalui mitra distributor lokal,” tutup Agus. (sam)