NABIRE - Kebutuhan fasilitas olahraga yang memadai menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan anggota Pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Nabire kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRP-PT), Katherin Maruanaya, dalam kegiatan Reses Ke III Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Selasa (13/10/2026).

Dalam reses tersebut, anggota Pengurus PASI Kabupaten Nabire, Yanus Arwam, menyampaikan harapan agar pemerintah dapat membangun stadion atletik sebagai wadah pembinaan dan latihan bagi para atlet.

Menurutnya, keberadaan stadion sangat penting untuk menunjang perkembangan olahraga atletik di Nabire, terlebih Papua Tengah kini telah menjadi provinsi.

Yanus menjelaskan, atlet dan pelatih selama ini membutuhkan fasilitas latihan yang representatif agar pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan. Stadion tidak hanya berfungsi sebagai tempat latihan, tetapi juga harus dilengkapi berbagai sarana yang mendukung nomor-nomor perlombaan atletik.

Tambahnya, stadion yang memadai dapat menyediakan lintasan lari, area lompat jauh serta fasilitas untuk nomor lempar, termasuk tolak peluru. Dengan fasilitas tersebut, atlet dapat menjalani latihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing nomor olahraga.

Ia menilai, keterbatasan sarana latihan menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan potensi atlet di Nabire. Padahal, atlet-atlet daerah memiliki peluang untuk berkompetisi hingga tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional apabila didukung pembinaan dan fasilitas yang memadai.

Karena itu, Yanus berharap aspirasi pembangunan stadion dapat diperjuangkan melalui DPR Papua Tengah agar menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Katherin Maruanaya menegaskan masukan dari anggota PASI akan dicatat sebagai bagian dari aspirasi resmi masyarakat yang akan diperjuangkan melalui lembaga legislatif.

Menurut Katherin, ketersediaan sarana olahraga merupakan kebutuhan penting untuk mendorong peningkatan prestasi atlet, terutama atlet usia dini yang memiliki bakat dan potensi besar.

Ia mencontohkan, meskipun fasilitas latihan masih terbatas, para atlet pelajar di Nabire telah menunjukkan kemampuan dan prestasi yang membanggakan. Hal itu menjadi bukti bahwa potensi atlet daerah dapat berkembang apabila memperoleh dukungan yang tepat.

Ia menekankan, pembinaan atlet tidak boleh hanya dilakukan ketika akan menghadapi kejuaraan. Latihan harus berlangsung secara rutin dan berkelanjutan agar kemampuan atlet terus meningkat serta siap menghadapi berbagai kompetisi.

Katherin juga berharap kepengurusan PASI Kabupaten Nabire periode 2026–2030 dapat menyusun program kerja yang terarah dan menjalankannya secara konsisten. Kerja sama antara pengurus organisasi olahraga, pemerintah daerah, dan pihak terkait dinilai penting untuk mewujudkan pembinaan atlet yang lebih baik.

Selain pembangunan fasilitas, ia mendorong pengurus PASI agar aktif mencari dan membina atlet potensial sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, upaya menjaring atlet berbakat harus dilakukan sejak dini sehingga anak-anak yang memiliki kemampuan di bidang atletik dapat memperoleh pembinaan yang tepat sebelum memasuki jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Katherin menegaskan, aspirasi pembangunan stadion dan peningkatan fasilitas latihan tersebut akan menjadi salah satu bahan yang disampaikan dalam pembahasan di DPR Papua Tengah, sehingga kebutuhan atlet dan pelatih dapat memperoleh perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Imbuhnya, pembangunan olahraga tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk membuka kesempatan bagi generasi muda dalam mengembangkan bakat dan mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga. (amd)