NABIRE - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), jajaran Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) menggelar kegiatan bakti kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah Minggu (20/9/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan aksi donor darah, pelayanan pengobatan gratis serta edukasi dan pelatihan penanganan medis dasar bagi pelajar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TNI memperkuat kepedulian sosial, sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat.

Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Vivin Alivianto, S.I.P., mengatakan aksi donor darah dilakukan untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah yang sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat maupun rumah sakit.

Menurutnya, keterbatasan masa penyimpanan darah membuat ketersediaan stok harus terus dijaga melalui kegiatan donor darah secara berkala.

“Sifat darah tidak bisa disimpan terlalu lama karena akan rusak. Oleh karena itu, jika ada kebutuhan mendesak baik dari pihak rumah sakit maupun masyarakat, kami selalu siap menyuplai dari anggota kita,” ujar Brigjen TNI Vivin Alivianto.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 50 kantong darah berhasil dikumpulkan. Jumlah calon pendonor yang mendaftar sebenarnya lebih banyak, namun sebagian tidak dapat melakukan donor setelah menjalani pemeriksaan atau screening kesehatan.

Beberapa calon pendonor tidak memenuhi persyaratan medis, di antaranya karena kadar Hemoglobin (HB) rendah maupun belum memenuhi interval waktu minimal tiga bulan sejak donor sebelumnya.

Kepala Unit UPDRS, Irto F. Kala Padang, Amd.Kes., S.Tr.Kes., menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI atas dukungan yang diberikan terhadap kebutuhan darah bagi masyarakat.

“Kami dari pihak rumah sakit sangat berterima kasih atas dukungan pihak TNI. Bantuan donor darah ini kami rasakan sangat membantu masyarakat pada umumnya yang membutuhkan darah,” katanya.

Irto menambahkan, dukungan personel TNI terhadap kebutuhan darah tidak hanya dilakukan dalam momentum HUT TNI. Menurutnya, personel TNI juga kerap membantu ketika rumah sakit membutuhkan darah dalam kondisi mendesak, termasuk pada malam hari.

Darah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses pemeriksaan dan screening sebelum disimpan di ruang penyimpanan khusus. Darah tersebut kemudian dapat disalurkan kepada pasien yang membutuhkan sesuai kebutuhan medis.

Selain donor darah, Pos Kesehatan (Polkes) Nabire juga menggelar pelayanan pengobatan massal bagi masyarakat. Puluhan warga, mulai dari anak-anak hingga kelompok dewasa dan lanjut usia, mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta obat-obatan secara gratis.

Dokter Polkes Nabire, Kapt. dr. Theresia Marlen Loinenak, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan keluhan Penyakit Tidak Menular (PTM) cukup dominan pada kelompok dewasa dan lansia.

Hipertensi dan kolesterol tinggi menjadi sejumlah keluhan yang banyak ditemukan. Kondisi tersebut, kata dia, perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit yang lebih serius.

“Untuk orang tua, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan kolesterol tinggi paling dominan. Kasus-kasus ini berisiko memicu penyakit yang lebih berat seperti stroke dan penyakit jantung,” jelasnya.

Sementara pada kelompok anak-anak, keluhan yang paling banyak ditemukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), disertai batuk, flu dan demam.

Tim medis juga menemukan sejumlah kasus infeksi kulit dan luka pada anak-anak. Kondisi udara akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Nabire turut menjadi perhatian dalam penanganan keluhan gangguan pernapasan.

Dalam pelayanan tersebut, sekitar 20 pasien dewasa dan kurang lebih 20 pasien anak-anak mendapatkan penanganan medis secara langsung. “Kami langsung menyediakan obat-obatan sesuai dengan keluhan sakit para pasien,” tambah Kapt. dr. Theresia.

Kegiatan bakti kesehatan juga menyasar kalangan pelajar melalui edukasi medis dasar. Para siswa diberikan pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kondisi darurat, termasuk cara menghadapi orang yang mengalami kejang maupun pingsan.

Edukasi tersebut diharapkan dapat membekali pelajar dengan kemampuan dasar untuk mengambil tindakan awal ketika menghadapi kondisi darurat medis sebelum mendapatkan penanganan tenaga kesehatan.

Para pelajar juga diharapkan dapat menjadi perpanjangan informasi kesehatan di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Brigjen TNI Vivin Alivianto mengatakan memasuki usia ke-81 tahun, TNI akan terus membangun kebersamaan dengan masyarakat dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.

“Kami berharap masyarakat melihat TNI sebagai wujud totalitas pengabdian kepada bangsa dan negara. Kami tidak bisa bekerja sendiri; butuh dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan rasa aman bersama,” tegasnya.

Rangkaian bakti kesehatan tersebut menjadi bagian dari komitmen jajaran Korem 173/PVB untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. (luk)