NABIRE - SMA Negeri 2 Nabire kembali menggelar Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu (Perjusami) sebagai bagian dari kegiatan rutin ekstrakurikuler Pramuka di sekolah. Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas X yang secara resmi diterima sebagai anggota Gugus Depan Lambert Yoweni SMA Negeri 2 Nabire, Sabtu (26/9/2026) Malam.

Kepala SMA Negeri 2 Nabire, Suryati Mangalo, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan Perjusami menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman langsung, khususnya dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab dan kebersamaan.

Menurutnya, kegiatan Pramuka tidak hanya sebatas aktivitas ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter siswa agar mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini sangat positif karena menyalurkan kegiatan-kegiatan yang bermakna. Pramuka mengajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab sesuai Dasadarma,” ujar Suryati.

Ia menjelaskan, melalui Perjusami para siswa dilatih untuk bekerja sama, bergotong royong, bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing serta membangun etika dalam bergaul dengan sesama.

Nilai-nilai tersebut, kata Suryati, penting ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari proses pendidikan. Terlebih, siswa kelas X yang mengikuti kegiatan ini merupakan anggota baru Gugus Depan Lambert Yoweni SMA Negeri 2 Nabire.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar bagaimana hidup bersama, saling membantu, disiplin dan bertanggung jawab. Ini merupakan bagian dari pembentukan karakter mereka,” jelasnya.

Suryati menegaskan, Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib di SMA Negeri 2 Nabire. Karena itu, kegiatan perkemahan maupun program kepramukaan lainnya akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Ia berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti kegiatan Pramuka dengan sungguh-sungguh dan mampu menerapkan nilai-nilai Dasadarma, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harapan kami, apa yang mereka dapatkan dalam kegiatan Pramuka ini tidak berhenti selama perkemahan saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (luk)