Tak Bisa Lancar 3M, Kepsek dan Guru Carikan Solusi
NABIRE - Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Nabire Sigit Purwanto, S.Pd secara tegas mengatakan, bagi murid baru lulusan SD/Mi y
NABIRE - Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Nabire Sigit Purwanto, S.Pd secara tegas mengatakan, bagi murid baru lulusan SD/Mi yang kini mendaftar ke SMP/MTs dan tidak bisa lancar Membaca, Menulis dan Menghitung (3M), maka Kepsek dan guru SMP/MTs diminta mencarikan solusi.
Dengan cara membuka kelas khusus bagi anak-anak yang tidak bisa lancar 3M, sebab mereka juga mempunyai hak untuk mendapatkan layanan pendidikan dibangku atau jenjang pendidikan berikutnya setelah lulus dari SD/Mi.
Dan bagi anak-anak murid lulusan SD/Mi yang tidak lancar 3M itu, di harapkan ada komunikasi langsung antara orang tua murid dan pihak sekolah soal kekurangan anak, agar ada tanggung jawab antara pihak sekolah dan orang tua murid dan berjalan baik. Demikian dikatakan Kepala SMPN 3 Nabire Sigit Purwanto, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Jumat (26/6), di ruang kernya seraya menambahkan, kita boleh melakukan tes masuk bagi murid baru, tetapi ada temuan soal anak pada 3M, semestinya tanggung jawab kita bersama.
Lanjut dikatakan ,anak yang tidak bisa lancar 3M diberikan batasan waktu tiga bulan dan jika tidak ada perubahan untuk lancar 3M, maka secara terpaksa anak tersebut dapat dikembalikan kepada orang tua lagi.
Untuk itu, selama tiga bulan, anak-anak yang tidak bisa lancar 3M menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan juga wali-wali kelas bersama Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.
Sehingga persoalan anak lulusan SD/Mi yang kini lagi marak diawal tahun pelajaran ini, bukan menjadi buah bibir dan saling melempar tanggung jawab, tetapi marilah kita duduk bersama dengan pihak orang tua, dinas pendidikan dan pihak sekolah guna mencarikan solusi.(des)
Bagikan artikel ini



