Tekuk SSB Nafri 2-1, SSB Batik Sabet Gelar Juara Piala Soeratin U-13 Papua 2026
Sekolah Sepak Bola (SSB) Batik resmi menyegel gelar juara Piala Soeratin U-13 Zona Papua 2026 usai menundukkan SSB Nafri dengan skor tipis 2-1.

SENTANI — Sekolah Sepak Bola (SSB) Batik resmi menyegel gelar juara Piala Soeratin U-13 Zona Papua 2026 usai menundukkan SSB Nafri dengan skor tipis 2-1. Partai puncak yang sarat gengsi ini berlangsung di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (10/9/2026).
Kemenangan ini memastikan langkah SSB Batik melaju ke putaran nasional sebagai wakil Papua. Mereka akan mendampingi Serui Football Academy yang telah lebih dulu mengamankan tiket nasional di kategori U-15, serta Eleven Wise yang keluar sebagai kampiun di kategori U-17.
Laga final yang menyajikan duel sengit antarklub usia muda ini menyedot perhatian besar dari masyarakat dan suporter kedua tim. Sejumlah pejabat daerah dan tokoh olahraga turut hadir menyaksikan pertandingan secara langsung, di antaranya Plt. Ketua PSSI Papua Arya Sinulingga, Staf Ahli Matias Mano yang hadir mewakili Gubernur Papua, Wakapolres Jayapura, serta jajaran pengurus KONI Papua.
Pelatih SSB Batik, Penias Fakdawer, mengungkapkan bahwa keberhasilan timnya meraih trofi juara merupakan buah manis dari proses pembinaan usia dini yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, mayoritas pemain di kelompok U-13 ini telah berlatih bersama sejak kecil sehingga memiliki kekompakan dan ikatan emosional yang kuat di lapangan.
“Anak-anak di skuad U-13 ini sudah bersama dari kecil sampai usia mereka sekarang. Jadi, kami tidak perlu ragu dengan kemampuan mereka. Gelar juara ini adalah bonus dari proses panjang yang sudah dilalui,” ujar Penias.
Kendati sukses memboyong piala, Penias menegaskan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan demi mempersiapkan tim menghadapi persaingan yang lebih ketat di tingkat nasional. Lini belakang dan penyerangan menjadi fokus utama perbaikan, sehingga opsi penambahan pemain baru terbuka lebar.
“Penambahan pemain pasti ada karena kami masih memiliki beberapa kekurangan, terutama di lini belakang dan depan. Nanti pasti akan ada penambahan di pos-pos tersebut,” tegasnya.
Menatap putaran nasional, Penias menyadari tantangan besar yang akan dihadapi, terutama terkait kebutuhan operasional tim. Ia pun menaruh harapan besar kepada Pemerintah Provinsi Papua maupun Pemerintah Kota Jayapura untuk memberikan dukungan pembiayaan.
“Kami sangat berharap bantuan dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota maupun Provinsi. Persiapan ke tingkat nasional membutuhkan dana yang tidak sedikit, jadi kami sangat memerlukan sokongan tersebut,” tutur Penias.
Di luar pencapaian timnya, Penias turut memberikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara Piala Soeratin Papua. Ia mendorong agar turnamen sepak bola usia muda dapat digelar secara rutin, setidaknya setiap tiga hingga six bulan sekali. Kompetisi yang berkesinambungan dinilai efektif untuk menghidupkan kembali SSB yang sempat vakum, menyalurkan bakat generasi muda Papua, sekaligus menghindarkan mereka dari aktivitas negatif.
“Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Harapan kami, kompetisi serupa bisa diadakan setidaknya enam bulan sekali. Dengan begitu, SSB yang sempat redup bisa aktif kembali dan anak-anak muda memiliki wadah positif untuk berkembang,” pungkasnya.
Pada penutupan turnamen, para jawara Piala Soeratin Papua 2026 tidak hanya memboyong trofi dan medali kebanggaan, tetapi juga berhak menerima hadiah uang pembinaan untuk peringkat pertama, kedua, dan ketiga.(Bams)
Bagikan artikel ini



