Tiga Korban Longsor Damai 3 Belum Ditemukan
NABIRE – Hari keenam pasca musibah bencana tanah longsor di lokasi pendulangan Damai 3 antara Kabupaten Nabire dan Paniai, masih menyisahkan kegiatan pencarian korban lain, yang diduga masih tertimbuh atau kemungkinan terbawa arus Kali Degeuwo. Dari jumlah 13 orang m
Bagikan
NABIRE – Hari keenam pasca musibah bencana tanah longsor di lokasi pendulangan Damai 3 antara Kabupaten Nabire dan Paniai, masih menyisahkan kegiatan pencarian korban lain, yang diduga masih tertimbuh atau kemungkinan terbawa arus Kali Degeuwo.
Dari jumlah 13 orang meninggal dunia, Jumat kemarin telah ditemukan kembali 2 korban dan selanjutnya pada hari kelima Sabtu kemarin ditemukan lagi satu korban dan telah dievakuasi ke Nabire. Dengan demikian, sesuai data dan informasi yang diterima media ini, masih ada 3 korban yang belum ditemukan.
Kabar hingga Sabtu (5/7) kemarin, tim Basarnas dan dari pihak Polres Nabire dibantu anggota Polres Paniai masih terus melakukan pencarian terhadap 3 korban yang belum ditemukan tersebut. Salah satu perwakilan Basarnas Nabire yang enggan dikorankan namanya, menjelaskan bahwa sampai Sabtu kemarin terus dilakukan proses pencarian korban yang tersisa.
Menjawab pertanyaan media ini terkait situasi dan medan di tempat kejadian sampai saat ini, dijelaskan, situasi sebenarnya tidak terlalu sulit, namun jangkaunya yang sangat berat. Apalagi, tempat kejadian longsor ini ditepi gunung antara daratan (gunung) dan Kali. “Kemungkinan korban yang belum ditemukan ini terbawa arus Kali, jadi kami masih sulit untuk menemukan korban bahkan melakukan evakuasi,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian tanah longsor pada Selasa malam itu terjadi sekitar pukul 11 malam bertempat di salah satu lokasi pendulangan emas Damai 3 Baya Biru Kabupaten Paniai.
Ada 15 orang pada saat kejadian tersebut, namun 2 orang dinyatakan selamat, bernama Udin dan Fred. Keduanya pun dikabarkan masih dalam perawatan intensif sedangkan 10 korban sudah dievakuasi dan telah dimakamkan di Nabire oleh keluarga korban.(wan)
Bagikan artikel ini



