NABIRE - Telah kita ketahui bersama bahwa pada beberapa waktu lalu telah diwajibkan guru yang bertugas di 6 wilayah distrik diwajibkan mengikuti rapid tes antigen.

Namun dari perjalanan kegiatan rapid tes antigen itu hanya 90 persen guru di 6 wilayah distrik yang mengikuti kegiatan rapid tes, sementara 10 persen guru belum mengikuti rapid tes antigen.

Sementara kini para guru di semua satuan jenjang pendidikan sudah kembali diwajibkan lagi untuk mengikuti suntikan vaksin dan kini kita sudah masuk tahap pertama suntikan vaksin bagi guru.

Dan untuk tahap pertama ini hanya 100 orang guru bersama seluruh staf dinas pendidikan, sedangkan guru yang lain akan diikutkan pada gelombang atau tahap kedua nanti.

Untuk itu, selaku pimpinan dinas sangat mengharapkan adanya dukungan dari guru maupun para guru honor dan guru kontrak dan untuk suntikan vaksin ini berlaku bagi semua guru yang ada dan bertugas di wilayah Kabupaten Nabire.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd kepada Papuapos Nabire pertengahan pekan lalu, suntikan vaksin ini justru ikut membantu kita menjaga ketahanan tubuh.

Sehingga kepada guru yang bertugas di Kabupaten Nabire agar tidak mendengar isu-isu atau hoax yang berkembang, tetapi marilah kita mendukung program pemerintah guna mengurangi penyebaran virus corona.

Dan perlu dipahami oleh semua guru, bahwa suntikan vaksin yang dilakukan saat ini bukan hanya sekali akan tetapi dilakukan sebanyak dua kali suntikan vaksin.

Dengan demikian setiap guru yang telah dilakukan suntikan vaksin tahap pertama akan kembali dilakukan suntikan vaksin kedua, maka guru yang bersangkutan bebas kemana saja tanpa harus diperiksa lagi.

Untuk itu, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire telah mengintruksikan agar semua guru mulai dari TK/PAUD, SD/Mi, SMP/MTs dan SM/MA dan SMK wajib mengikuti suntikan vaksin.(des)