Wujudkan Program ‘Polisi Bersama Masyarakat’, Polda Rombak Pelayanan Publik Jadi Responsif dan Humanis
Dalam amanatnya, Kapolda menekankan transformasi Polri bukan sekadar jargon, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan lewat program prioritas Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’.

NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah tancap gas dalam memperkuat transformasi institusi demi mendongkrak kepercayaan publik. Mengedepankan pendekatan yang humanis dan profesional, Korps Bhayangkara di wilayah ini berkomitmen merombak kualitas pelayanan agar lebih responsif terhadap kebutuhan warga.
Komitmen besar tersebut ditegaskan Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, saat memimpin langsung rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Gangguan Kamtibmas Triwulan III Tahun 2026. Agenda strategis ini berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire, Rabu (14/10/2026).
Dalam forum yang dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda, para Kapolres, Kabag Ops hingga Kasat Reskrim jajaran tersebut, Kombes Pol. Gustav membacakan amanat tertulis dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini.
Dalam amanatnya, Kapolda menekankan transformasi Polri bukan sekadar jargon, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan lewat program prioritas Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’.

“Arah kebijakan ini harus kita implementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas di wilayah Papua Tengah. Kita harus mengedepankan kedekatan dengan warga serta memberikan respons cepat terhadap berbagai persoalan keamanan,” tegas Kombes Pol. Gustav menyampaikan pesan Kapolda.
Ada satu poin krusial yang digarisbawahi oleh Wakapolda dalam arahannya terkait penegakan hukum. Ia menyatakan, prestasi kepolisian saat ini tidak lagi hanya diukur dari seberapa banyak kasus pidana yang berhasil digulung ke meja hijau.
“Keberhasilan Polri tidak semata-mata diukur dari banyaknya perkara yang diungkap. Tetapi, jauh lebih penting adalah kemampuan kita dalam mencegah kejahatan, menyelesaikan perkara secara berkualitas, memberikan kepastian hukum dan yang utama: membangun kepercayaan masyarakat,” cetus Gustav lugas.
Untuk mendukung visi besar tersebut, mantan Kapolresta Jayapura Kota ini memetakan sejumlah aspek internal yang akan diperkuat secara menyeluruh, di antaranya, Pelayanan Publik Digital dan Transparan: Mendorong sistem pelayanan yang mudah diakses, cepat, terintegrasi serta berorientasi penuh pada kebutuhan masyarakat.
Organisasi yang Lincah (Adaptif): Membentuk struktur kelembagaan yang efektif dan akuntabel hingga ke tingkat satuan kewilayahan terkecil. SDM Berintegritas: Menyiapkan personel yang melek teknologi digital untuk menghadapi modus kejahatan baru, dengan penempatan tugas yang berbasis kompetensi (the right man on the right place).
Selanjutnya, Akuntabilitas dan Pengawasan: Mengetatkan sistem pengawasan serta memastikan transparansi penggunaan anggaran.
Di akhir arahannya, Kombes Pol. Gustav mengajak seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Papua Tengah untuk menjadikan momentum Anev Triwulan III ini sebagai ajang koreksi diri demi mendongkrak performa organisasi.
“Saya tekankan kepada seluruh personel, jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis dan jaga terus integritas kalian,” pungkasnya menutup arahan. (humas polda/wan)
Bagikan artikel ini



