NABIRE - Dua kelas atau Rombongan Belajar (Rombel) milik SMP Bhakti Mandala (BM) yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi tahun 2004 silam, di tahun 2026 ini dapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan Nabire.

Kerusakan dua kelas milik SMP BM ini mulai dari atap daun senk, plafon hingga dinding dan juga keramik bagian depan teras kelas, sehingga perbaikan dilakukan pihak pemerintah pemberi bantuan terfokus pada bagian bangunan kelas yang benar-benar mengalami kerusakan.

Untuk itu, Kepala SMP BM Nabire, Damaris Parintak, M.Pd, yang ditemui Papuapos Nabire, Rabu (22/10/2026) mengatakan, terpenting dua kelas yang mengalami rusak ini sudah bisa direhabilitasi kembali oleh dinas pendidikan, sehingga ke depan pihak sekolah mempunyai tugas menjaga, merawat dan menggunakan untuk proses belajar mengajar.

Berdasarkan data jumlah murid di SMP BM Nabire hingga tahun 2026 dari kelas VII hingga kelas IX, seluruhnya berjumlah 127 anak, dari 127 orang anak atau murid itu hanya 3 orang yang merupakan murid non-Orang Asli Papua (non-OAP), sehingga jumlah murid SMP BM dari setiap tahun pelajaran lebih banyak atau didominasi OAP.

Dengan demikian, ke depan dengan selesainya kegiatan rehabilitasi dua kelas yang sudah 22 tahun mengalami kerusakan, sudah bisa dapat digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi peserta didik, karena selama ini dengan rusaknya dua ruangan kelas tersebut SMP BM mengalami keterbatasan ruangan kelas. (des)