Guru SMA/SMK Masih Menanti Janji Gaji
NABIRE – Para guru SMA/SMK di Kabupaten Nabire masih menunggu sisa pembayaran gaji yang belum dibayarkan sejak awal tahun hingga memas
Bagikan
NABIRE – Para guru SMA/SMK di Kabupaten Nabire masih menunggu sisa pembayaran gaji yang belum dibayarkan sejak awal tahun hingga memasuki bulan keempat. Menurut informasi, para guru SMA/SMK di Kabupaten Nabire baru dibayarkan satu bulan gaji. Sementara tiga bulan gaji belum ada informasi kapan akan dibayarkan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.Menurut sumber di kalangan guru, pembayaran sebulan gaji itu pun belum lengkap. Ada guru yang mengaku gaji sebulan yang diterimanya ternyata belum termasuk dengan jatah beras yang dikonfersi dalam jumlah uang.“Gaji sebulan yang kami terima itu pun belum lengkap. Jatah beras yang saya bisa terima sekitar 300 ribu rupiah, itu pun belum ada di dalamnya. Kami sangat mengharapkan agar hak kami para guru ini bisa segera dilesaikan. Kami berharap pemerintah mengerti akan kesulitan yang kami hadapi. Kami tidak ada sumber penghasilan lain selain dari gaji guru. Jika ini terus berlarut-larut, bagaimana kami akan bertahan hidup,” ujarnya. Tenaga Honorer RSUD Nabire Bernasib SamaHal yang sama juga dialami ratusan tenaga honorer yang bertugas di RSUD Nabire. Senin (9/4) pagi, mereka melakukan tatap muka dengan pemerintah setempat untuk menanyakan kejelasan pembayaran upah mereka yang belum terbayarkan sampai bulan April 2018.Tenaga honorer tersebut berjumlah 220 orang terdiri dari perawat, cleaning servis, tukang masak, laundry, pengantar oxygen, dan sopir ambulance.“Jadi kami datang untuk mengecek jumlah keseluruhan tenaga honorer di BLUD RSUD Nabire apakah jumlahnya sesuai yang dilaporkan direktur rumah sakit atau tidak untuk selanjutnya dilaporkan pada Bupati sebagai pengambil kebijakan,” kata Wakil Bupati Nabire Amirullah Hasyim dihadapan honorer.Mandeknya pembayaran gaji honorer kesehatan ini juga kata Amirullah di akibatkan belum dibuatnya surat keputusan tenaga honorer, sehingga tidak memiliki dasar hukum yang sah untuk membayar gaji honorer dan hal ini juga terjadi diseluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di pemerintah Kabupaten Nabire.Sementara itu Ebin Sudarmano dan Aldino mewakili tenaga honorer RSUD Nabire kepada RRI menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka harus mencari sampingan diluar, kendati harus melaksanakan tugas dan kewajiban mereka sebagai perawat. Mereka berharap masalah ini tidak berlarut-larut dan gaji mereka dapat segera dibayarkan.“Saya pikir kami hanya hanya menuntut nasib untuk hidup saja, kami tidak menuntut banyak. Tapi kalau kita tidak sejahtera bagaimana kita mau mensejahterahkan masyarakat melalui pelayanan kepada pasien disini,” ujar Aldino.“Kami minta secepatya diterbitkannya SK kami sehingga teman-teman gajinya terbayarkan, karena akan berdampak pada pelayanan kesehatan di RSUD Nabire,” ujar Ebin Sudarmono.Dalam tatap muka tersebut para tenaga honorer RSUD Nabire juga melakukan tanya jawab dengan Wakil Bupati, dan kepala Badan Kepegawaian Daerah Nabire berlangsung dengan kondusif dan mendapatkan pengawalan dari satuan polisi pamong praja Nabire. (ros/ist)
Bagikan artikel ini



