Marthen Tebay : Tanam Disiplin Sekolah Demi Perubahan Karakter Anak Didik
NABIRE - Walaupun baru menjabat Kepala Sekolah (Kepsel) SMA YPPGI Nabire selama satu tahun ini, namun yang lebih utama dilakukan oleh kepala sekolah adalah peningkatan disiplin bagi anak didik untuk datang ke sekolah pada jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) normal dengan da
Bagikan
NABIRE - Walaupun baru menjabat Kepala Sekolah (Kepsel) SMA YPPGI Nabire selama satu tahun ini, namun yang lebih utama dilakukan oleh kepala sekolah adalah peningkatan disiplin bagi anak didik untuk datang ke sekolah pada jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) normal dengan datang tepat waktu, menggunakan pakaian seragam rapi, sepatu yang layak pakai dan tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan, khusus bagi kaum wanita dan laki-laki tidak gunakan anting, badan tato dan ada potongan-potongan rambut yang aneh-aneh.
Dan kegiatan disiplin yang ditanamkan selama satu tahun ini semuanya bertujuan untuk perubahan karakter peserta didik yang harus dilaksanakan pada jam KBM normal dan aktif. Selama satu tahun pelajaran ini selaku kepala sekolah sudah menyita sendal 2 kantung plastik dan sejumlah topi-topi yang digunakan anak-anak saat KBM normal.“Pada intinya anak-anak gunakan pakaian, topi dan sandal yang bukan alat atribut resmi pendidikan tidak diijinkan masuk kelas dan bukan kita guru tegur atau berikan peringatan lagi, tetapi begitu lihat yang digunakan tidak sesuai dengan aturan pendidikan bagi seorang anak sekolah di lembaga pendidikan langsung disita atau diambil dan ditahan pihak sekolah,”.Demikian dikatakan Kepsek SMA YPPGI Nabire Marthen Tebay,S.Pd kepada Papuapos Nabire Selasa (14/4) di sela-sela Ujian Nasional (UN) di ruang kerjanya seraya menambahkan, dengan disiplin yang ditanamkan pihak sekolah bagi peserta didik di SMA YPPGI Nabire diharapkan kelak nanti setelah anak tamat dan berada di lingkungan masyarakat bisa disiplin.Untuk itu, semua sendal dan topi-topi serta kalung atau perhiasan yang disita dari anak oleh pihak sekolah selama ini, tidak akan dikembalikan kepada pemiliknya atau kepada siapapun, tetapi pihak sekolah akan mengumpulkan semua anak sekolah yang ada di SMA YPPGI lalu dibakar di hadapan anak, dengan harapan agar tidak terulang untuk kedua kalinya lagi.Selaku kepada sekolah SMA YPPGI Nabire meminta dukungan dari semua orang tua murid, dinas pendidikan dan masyarakat peduli pendidikan atau pemerhati pendidikan. Karena lewat dunia pendidikan, guru dapat memberikan atau tanamkan karakter anak yang baik, memberikan ilmu pengetahuan dan memberikan pendidikan ketrampilan sebagai bekal bagi peserta didik. (des )
Bagikan artikel ini



