NABIRE – Pedagang yang hendak mengambil kamar di los-los Pasar Samabusa diminta membayar sejumlah uang. Padang yang dibongkar  tempat usaha di tempat lama, bingung. Mengapa harus bayar lagi, padahal pemerintah sudah menjanjikan, pedagang yang dibongkar tempat usahanya akan ditempatkan di los baru Pasar Samabusa. Beberapa pedagang yang dijumpai di Samabusa, akhir pecan kemarin mengatakan, kalau sekarang mau jualan di Pasar Samabusa dengan menempati kamar di los-los yang sudah dibangun, harus kita bayar dulu baru bisa masuk. “Ada yang pernah minta saya bayar Rp 20 juta kalau masuk. Ada orang yang kunci. Kita mau bayar dengan uang apa, tidak punya uang. Ah, biar sudah, jualan begini saja,” memelas seorang pedagang.Sumber yang dipercaya di Samabsa mengatakan, Pasar Samabusa dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire. Oleh karena itu, pemanfaatan dan peresmian penggunaannya oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Pemkab Nabire.Menurut catatan media ini, Penjabat Bupati Nabire, Sendius Wonda usai menyerahkan warlles bagi tempat ibadah di Distrik Teluk Kimi tahun lalu, Wonda meninjau proyek tersebut. Pada saat itu, proyek sudah hampir selesai, tinggal menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan dan barak tambahan.Sumber dari Distrik Teluk Kimi mengungkapkan, selama ini tidak ada koordinasi dengan pemeritah di tingkat distrik jadi tidak tahu apa yang terjadi di Pasar Samabusa. Padahal, pasar tersebut ada di depan mata pemerintah Distrik Teluk Kimi. (ans)