PAD Dogiyai Nihil, Mantan Pejabat Soroti Lumpuhnya Sektor Usaha dan Lemahnya Komunikasi Birokrasi
Menurut Pilipus, situasi ini diperparah oleh hilangnya tempat-tempat usaha dan sarana promosi daerah akibat konflik atau aksi pembakaran yang pernah terjadi di Moanemani.

DOGIYAI – Mantan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Dogiyai, sekaligus Asisten III Setda Dogiyai yang kini purnatugas, Pilipus Tagi, S.Pd., menyoroti kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Dogiyai yang saat ini nihil.
Faktor utama penyebab mandeknya PAD tersebut dinilai karena lumpuhnya roda perekonomian dan minimnya infrastruktur penunjang di wilayah Moanemani, Kabupaten Dogiyai.
Menurut Pilipus, situasi ini diperparah oleh hilangnya tempat-tempat usaha dan sarana promosi daerah akibat konflik atau aksi pembakaran yang pernah terjadi di Moanemani.
“Rumah makan, restoran dan kios-kios pedagang sudah tidak ada di Moanemani karena dibakar. Reklame promosi ukuran besar dan kecil untuk Kabupaten Dogiyai juga telah dicabut. Imbasnya, jualan mama-mama di pasar menjadi sepi. Ditambah lagi, sampai saat ini belum ada terminal mobil,” ujar Pilipus saat mengurus administrasi pensiunnya.
Ia menambahkan, posisi Moanemani yang strategis sebagai wilayah transit menuju Kabupaten Deiyai dan Paniai seharusnya bisa dimanfaatkan. Namun, karena ketiadaan fasilitas seperti rumah makan dan sarana penunjang lainnya, Dogiyai tidak mampu menghasilkan PAD.
“PAD Dogiyai nihil, jadi kami murni hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja, belum ada dana tambahan,” lanjutnya.
Kondisi nihilnya PAD ini juga dibenarkan oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Dogiyai, Yakobus Tebai, SE, saat ditemui di Moanemani beberapa waktu lalu.
Selain masalah ekonomi, Pilipus Tagi yang juga mantan Kepala Distrik Piyaiye ini menekankan pentingnya keharmonisan di internal pemerintahan. Menurutnya, komunikasi antara Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) dan DPR Kabupaten Dogiyai harus berjalan lancar demi terciptanya kekompakan kerja dalam birokrasi yang terkoneksi.
Untuk memulihkan kesejahteraan ekonomi di wilayah Kamuu dan Mapia (Kamapi), ia menyarankan agar pemuda setempat dirangkul secara positif. Salah satunya dengan memberikan proyek padat karya kepada para remaja yang kerap dianggap nakal, agar mereka memiliki aktivitas produktif.
Pilipus berharap Kabupaten Dogiyai bisa segera pulih dan kondusif. Pemulihan ini dinilai sangat bergantung pada sinergi dan hubungan komunikasi yang kuat antara pemerintah daerah, DPR kabupaten, serta jajaran TNI dan Kepolisian. (don)
Bagikan artikel ini



