Mesak Magai: Nabire dan Timika Jadi Tolak Ukur Pendidikan Papua Tengah
“Marilah kita bekerja dengan ketulusan hati,” ujar Mesak dalam pertemuan tersebut.
Pencarian
9190 artikel cocok dengan pencarian Anda.
“Marilah kita bekerja dengan ketulusan hati,” ujar Mesak dalam pertemuan tersebut.
Dalam amanatnya, Kapolda menekankan transformasi Polri bukan sekadar jargon, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan lewat program prioritas Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’.
Penangkapan yang berlangsung pukul 05.31 WIT ini sempat diwarnai ketegangan.
“Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh kerja keras para prajurit di lapangan, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menjaga semangat kebersamaan, saling membantu dan bergotong royong agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dalam arahan, sekaligus sambutan Ketua Yayasan Harapan Anak Negeri Nabire, Jhon Duwiri mengatakan, Yayasan Harapan Anak Negeri Nabire baru berdiri semenjak tahun 2025 lalu, namun di tahun 2026 sudah ada 21 titik telah dilayani, baik itu di kota hingga ke kampung-kampung.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, Sekda Nabire menilai masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi demi meningkatkan mutu pelayanan.
Namun faktanya para guru yang diangkat dengan perjanjian kontrak ini lebih dominan dan lebih banyak yang bertugas di kota, bahkan ada juga guru P3K yang telah ditunjuk menjabat kepala sekolah, karena banyak sekolah yang ada di daerah 3T kekosongan tenaga guru.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rapat koordinasi bersama pihak kejaksaan digelar untuk mengevaluasi seluruh kekurangan yang ada.
Kapolres menyayangkan beredarnya flyer tersebut. Menurutnya, kepolisian selama ini mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengawal penyampaian aspirasi para pelajar.
Proses penyelesaian berlangsung di Aula Wijaksana Legawa Polres Nabire dalam suasana aman dan damai, dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama serta warga dari kedua kelompok yang bertikai.