Data Guru Disesuaikan Kebutuhan Sekolah, Itu Baru Kebijakan Mutlak
Karena berdasarkan data dan fakta di lapangan, hampir di setiap tahun ada guru yang memasuki usia purnabhakti atau pensiun, sementara jumlah penduduk dan warga belajar (anak sekolah) terus bertambah di setiap awal tahun pelajaran, sehingga yang dipertanyakan berapa jumlah guru yang diangkat oleh pemerintah dan apa itu sudah sesuai dengan kebutuhan.

NABIRE - Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Nabire, H. Suwandi, S.Pd., M.Pd, saat ditemui Papuapos Nabire, Kamis (22/10/2026), di ruang kerjanya mengatakan, data kebutuhan guru bagi seluruh satuan pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan jika hal tersebut sudah dilaksanakan adanya pemeratan guru di semua sekolah. Itu baru sebuah kebijakan yang mutlak.
Karena berdasarkan data dan fakta di lapangan, hampir di setiap tahun ada guru yang memasuki usia purnabhakti atau pensiun, sementara jumlah penduduk dan warga belajar (anak sekolah) terus bertambah di setiap awal tahun pelajaran, sehingga yang dipertanyakan berapa jumlah guru yang diangkat oleh pemerintah dan apa itu sudah sesuai dengan kebutuhan.
“Sehingga yang menjadi tugas kita ke depan adalah rasio jumlah penduduk dengan ketersediaan jumlah guru diharapkan harus seimbang, dengan demikian tugas pemerintah di setiap tahun diharapkan mengangkat guru, jika tidak, maka jumlah penduduk akan terus bertambah dan jumlah guru yang semakin kurang, karena setiap tahun pasti ada guru yang pension,” terangnya.
Untuk itu, selaku Kepala SMPN 4 Nabire sangat mendukung kebijakan Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, yang telah berjanji untuk melakukan pemerataan guru di semua sekolah, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah Tertinggal, Terluar dan Terpencil (3T), namun hal itu harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Dan mulai hari ini kita semua harus berpikir, bahwa kabupaten Nabire merupakan ibu kota dari Provinsi Papua Tengah, tentunya setiap hari, Minggu, bulan dan tahun ada penambahan jumlah penduduk.
“Sementara jumlah guru akan terus berkurang, karena ada yang memasuki usia pensiun, sehingga rasio jumlah penduduk dengan ketersediaan guru harus seimbang,” ujar Suwandi. (des)
Bagikan artikel ini



